Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kementerian Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia

KUNJUNGAN TENAGA AHLI KABUPATEN KE BUMDes DOMAS SEJAHTERA TINJAU USAHA AYAM PETELUR

 


Desa Campaka, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang – Tenaga Ahli (TA) Kabupaten melaksanakan kunjungan dan pembinaan ke unit usaha peternakan ayam petelur milik BUMDes Domas Sejahtera Desa Campaka pada Jumat, 5 Juni 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan usaha, proses produksi, serta potensi pengembangan usaha ekonomi desa yang dikelola oleh BUMDes.
Dalam kegiatan tersebut, TA Kabupaten didampingi oleh pengurus BUMDes dan pengelola kandang ayam petelur. Rombongan meninjau fasilitas kandang, sistem pemeliharaan ayam, proses pengumpulan telur, hingga manajemen operasional usaha yang saat ini menjadi salah satu unit usaha unggulan BUMDes Domas Sejahtera.
Ketua BUMDes Domas Sejahtera menyampaikan bahwa usaha ayam petelur ini mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan BUMDes sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selain itu, pengembangan kawasan usaha juga didukung dengan kegiatan budidaya pertanian yang berada di sekitar lokasi kandang sehingga menciptakan sinergi usaha yang produktif.
TA Kabupaten memberikan apresiasi atas upaya BUMDes dalam mengelola usaha peternakan secara berkelanjutan. Menurutnya, usaha ayam petelur memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi desa, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Dalam arahannya, TA Kabupaten mendorong pengurus BUMDes untuk terus meningkatkan kapasitas manajemen usaha, memperkuat pemasaran produk, serta memperhatikan aspek kesehatan dan produktivitas ternak guna menjaga kualitas hasil produksi.
Melalui kunjungan dan pembinaan ini diharapkan BUMDes Domas Sejahtera dapat terus berkembang menjadi lembaga ekonomi desa yang mandiri, profesional, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Desa Campaka.
"BUMDes Maju, Desa Berdaya, Masyarakat Sejahtera."

BUMDes Karya Cigodes Desa Sindangkarya Kembangkan Usaha Ayam Petelur untuk Perkuat Ekonomi Desa


 

Pemerintah Desa Sindangkarya melalui BUMDes Karya Cigodes terus melakukan pengembangan unit usaha produktif desa melalui usaha peternakan ayam petelur sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat dan mendukung peningkatan pendapatan desa.
Usaha peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes Karya Cigodes saat ini memiliki jumlah ternak sekitar 500 ekor ayam petelur dengan hasil produksi mencapai kurang lebih 25 kilogram telur per hari. Hasil produksi tersebut dipasarkan kepada pelaku UMKM, warung, dan masyarakat di wilayah Desa Sindangkarya serta sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat.
Ketua BUMDes Karya Cigodes, Jimi, menyampaikan bahwa usaha ayam petelur menjadi salah satu program usaha desa yang terus dikembangkan secara bertahap guna meningkatkan kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan usaha produktif berbasis potensi lokal.
“Alhamdulillah saat ini hasil produksi telur sudah dipasarkan kepada masyarakat dan pelaku UMKM sekitar desa. Namun dalam pengelolaannya kami juga menghadapi kendala kenaikan harga pakan yang cukup tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan pakan ayam saat ini mencapai sekitar 50 kilogram per hari sehingga memerlukan pengelolaan usaha dan biaya operasional yang baik agar produksi telur tetap berjalan optimal.
Meski menghadapi tantangan kenaikan harga pakan, pengelola BUMDes tetap berkomitmen menjaga kualitas pemeliharaan ternak dan stabilitas produksi telur guna memenuhi kebutuhan pasar lokal serta menjaga keberlangsungan usaha desa.
Dalam pengembangan unit usaha tersebut, Pendamping Lokal Desa, Nasir, terus melakukan pendampingan terhadap pengelolaan usaha ayam petelur, khususnya dalam penguatan administrasi dan pembukuan keuangan BUMDes.
Pendampingan tersebut dilakukan agar sistem pembukuan dan laporan keuangan BUMDes dapat berjalan sesuai standar akuntansi keuangan BUMDes sehingga pengelolaan usaha dapat dilakukan secara akuntabel, transparan, dan profesional.
Selain penguatan tata kelola administrasi, pendampingan juga dilakukan dalam upaya meningkatkan kapasitas pengelola usaha serta mendukung pengembangan usaha ekonomi desa agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pemerintah Desa Sindangkarya berharap usaha ayam petelur yang dikelola BUMDes Karya Cigodes dapat terus berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi desa, mendukung pertumbuhan UMKM masyarakat, serta memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Sindangkarya.

 

Kawal Transparansi Dana Desa, TPP Cibaliung Dampingi LPJ Bumdesa Bangkit Bersama Desa Mendung


PANDEGLANG, CIBALIUNG – Upaya mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel terus diperkuat di wilayah Kecamatan Cibaliung. Terbaru, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa PDTT Kecamatan Cibaliung, Asep Alma Arif, menghadiri sekaligus mendampingi jalannya Musyawarah Desa Lapora Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Bangkit Bersama, Desa Mendung, untuk Tahun Anggaran 2025.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kepala Desa Mendung beserta perangkatnya, Pengawas Bumdesa, Direktur beserta jajaran pengurus Bumdesa Bangkit Bersama, Tokoh Masyarakat, perwakilan unsur perempuan, serta pemuda Desa Mendung.

Dalam kesempatan tersebut, Pengurus Bumdesa Bangkit Bersama memaparkan secara rinci laporan keuangan, perkembangan unit usaha, hambatan yang dihadapi sepanjang tahun 2025, serta rencana strategis pengembangan usaha untuk tahun mendatang.

Asep Alma Arif, selaku Pendamping Profesional Kecamatan Cibaliung, memberikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya LPJ ini tepat waktu. Menurutnya, LPJ bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan wujud tanggung jawab moral dan hukum pengurus kepada masyarakat desa.

"Bumdesa adalah motor penggerak ekonomi warga. Melalui LPJ yang terbuka seperti ini, kepercayaan masyarakat akan terbangun. Kami dari pihak pendamping akan terus mengawal agar pengelolaan Bumdesa Bangkit Bersama ini tetap berada di jalur yang benar, sehat secara finansial, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Desa (PADes)," ujar Asep dalam sambutannya.

Asep juga menambahkan beberapa catatan rekomendasi dalam pendampingannya, di antaranya pentingnya diversifikasi (perluasan) unit usaha yang berbasis pada potensi lokal Desa Mendung, serta penguatan digitalisasi pemasaran agar produk atau jasa Bumdesa bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala Desa Mendung menyambut baik pendampingan yang terus dilakukan oleh TPP Cibaliung. Pihak pemerintah desa berharap sinergi ini dapat terus berjalan demi membawa Bumdesa Bangkit Bersama menjadi lembaga yang mandiri dan mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Musyawarah Desa ditutup dengan penandatanganan berita acara penerimaan LPJ oleh seluruh peserta yang hadir, menandai bahwa laporan pertanggungjawaban Bumdesa Bangkit Bersama Tahun Anggaran 2025 resmi diterima secara mufakat


 

Optimalkan Tata Kelola Ekonomi Desa, PLD Kecamatan Cipeucang Dampingi Pengisian Pemeringkatan BUMDesa

PANDEGLANG, 21 Mei 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola, akuntabilitas, dan kinerja ekonomi di tingkat Desa, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa dan PDT aktif melaksanakan pendampingan intensif terkait pengisian Instrumen Pemeringkatan BUMDesa. Kegiatan ini menyasar beberapa desa dampingan yang tersebar di wilayah Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Pemeringkatan BUMDesa merupakan agenda krusial yang diamanatkan oleh Kementerian Desa dan PDT berdasarkan Keputusan Menteri Desa Nomor 145 Tahun 2022 tentang Formula Pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa/Badan Usaha Milik Desa Bersama.. Langkah ini bukan sekadar formalitas pengisian data, melainkan instrumen ukur untuk memetakan klasifikasi perkembangan BUMDesa ke dalam empat kategori: Perintis, Pemula, Berkembang, atau Maju.

Membedah Aspek Penilaian Tata Kelola
Proses pengisian instrumen yang dilakukan melalui portal resmi ini menuntut ketelitian tinggi.PLD  turun langsung mendampingi para pengurus BUMDesa dan perangkat desa guna memastikan seluruh data yang diinput relevan dan didukung oleh dokumen legalitas serta administratif yang valid.

Secara teknis, ada 7 aspek utama yang menjadi fokus dalam pemeringkatan ini:
Kelembagaan: Memastikan legalitas badan hukum dari Kemenkumham serta struktur organisasi kedudukan BUMDesa.

Manajemen: Ketersediaan Standard Operating Procedure (SOP), rencana kerja, dan tata laksana organisasi.

Usaha dan Unit Usaha: Produktivitas dan keberlanjutan sektor usaha yang dijalankan.

Kerjasama/Kemitraan: Sinergi usaha dengan pihak ketiga maupun antar-desa.

Aset dan Permodalan: Struktur permodalan, penyertaan modal desa, serta manajemen aset.

Administrasi dan Laporan Keuangan: Akuntabilitas pencatatan keuangan bulanan/tahunan serta laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Keuntungan dan Manfaat: Kontribusi nyata BUMDesa terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) serta dampaknya bagi pemberdayaan masyarakat sekitar.

Sinergi dan Komitmen di Lapangan
Melalui pendampingan tatap muka ini, PLD membantu para pengurus memilah kendala administratif, seperti penyusunan laporan keuangan yang kerap menjadi tantangan utama di tingkat desa, hingga teknis unggah dokumen ke sistem. 
 
Hasil dari pemeringkatan yang divalidasi secara berjenjang oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pandeglang, hingga pusat nantinya akan menjadi basis data penting. Pemerintah pusat maupun daerah akan menggunakan status klasifikasi tersebut sebagai acuan utama dalam menentukan arah kebijakan pembinaan, intervensi bantuan modal, serta program penguatan kapasitas BUMDesa ke depan. 
 
Dengan adanya pengawalan ketat dari PLD, diharapkan BUMDesa di beberapa desa dampingan Kecamatan Cipeucang dapat memperoleh hasil penilaian yang optimal, transparan, dan mampu bertransformasi menjadi motor penggerak utama kesejahteraan ekonomi warga Cipeucang. 
.
"Pendampingan ini ditujukan agar beberapa desa yang kami dampingi memiliki standar tata kelola BUMDes yang akuntabel dan transparan. Kita ingin semua administrasi rapi, sehingga unit-unit usaha yang dikelola desa ke depan bisa berjalan lebih kokoh dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,"
 
Mari kita kawal bersama komitmen ini demi terwujudnya desa-desa yang mandiri, berdaya, dan sejahtera! (EM/PLD/Cipeucang)





Silaturahmi dan Konsolidasi awal penugasan TPP baru bersama Camat Cibaliung


Cibaliung, 6 Mei 2026– Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal, Dengan Adanya Surat Tugas Nomor: 254.25/SDM.00.03/2026 
Tenaga Pendamping Profesional (TPP)  Kecamatan Cibaliung Asep Alma Arif (PD) dan Hendri Setyo Kristanto (PD) melaksanakan kegiatan konsolidasi awal penugasan TPP baru bersama Camat Kecamatan Cibaliung Ahmad Sihabudin, S.Kom., MA dan Kasi Pemerintahan Nawawi, S.IP bertempat di Kantor Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah kecamatan dengan  TPP dalam mendukung program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di wilayah Kecamatan Cibaliung.
Dalam suasana penuh keakraban dan diskusi konstruktif, Camat Cibaliung Ahmad Sihabudin, S.Kom,. MA menyampaikan pentingnya peran TPP sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam mendampingi pelaksanaan program pembangunan, pengelolaan dana desa, serta pemberdayaan masyarakat.
“Kolaborasi dan komunikasi yang baik antara TPP dengan pemerintah kecamatan maupun desa sangat penting agar program-program pembangunan dapat berjalan optimal tepat sasaran dan sangat terbantu karena adanya pendamping desa dengan disiplin ilmu infrastruktur" ujar Camat Ahmad Sihabudin, S.Kom., MA dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan Cibaliung menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan desa, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendukung terwujudnya pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan.
Konsolidasi ini juga menjadi momentum perkenalan bagi TPP baru yang akan bertugas di wilayah Kecamatan Cibaliung, sekaligus membangun kesamaan persepsi terkait tugas, fungsi, dan tanggung jawab pendampingan di desa.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kerja sama yang solid antara TPP dan Pemerintah Kecamatan Cibaliung dalam mendukung kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pandeglang.


 

TPP Kecamatan Kaduhejo Gelar Konsolidasi Awal Penugasan TPP Baru Bersama Camat Kaduhejo


Kaduhejo, Pandeglang 4 Mei 2026– Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Kaduhejo melaksanakan kegiatan konsolidasi awal penugasan TPP baru bersama Camat Kecamatan Kaduhejo, M. Hidayat, bertempat di Kantor Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah kecamatan dengan jajaran TPP dalam mendukung program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di wilayah Kecamatan Kaduhejo.
Dalam suasana penuh keakraban dan diskusi konstruktif, Camat Kaduhejo M. Hidayat menyampaikan pentingnya peran TPP sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam mendampingi pelaksanaan program pembangunan, pengelolaan dana desa, serta pemberdayaan masyarakat.
“Kolaborasi dan komunikasi yang baik antara TPP dengan pemerintah kecamatan maupun desa sangat penting agar program-program pembangunan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujar M. Hidayat dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, jajaran TPP Kecamatan Kaduhejo menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan desa, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendukung terwujudnya pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan.
Konsolidasi ini juga menjadi momentum perkenalan bagi TPP baru yang akan bertugas di wilayah Kecamatan Kaduhejo, sekaligus membangun kesamaan persepsi terkait tugas, fungsi, dan tanggung jawab pendampingan di desa.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kerja sama yang solid antara TPP dan Pemerintah Kecamatan Kaduhejo dalam mendukung kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pandeglang.

Pendampingan PD/PLD Kegiatan BUMDes Karya Abadi Desa Waringin Jaya Kecamatan Cigeulis Pandeglang Tingkatkan Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Desa


Cigeulis Pandeglang 

Desa Waringin Jaya terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan pendampingan yang dilaksanakan bersama pengurus dan tim terkait, dilakukan pembinaan sekaligus monitoring terhadap pengelolaan usaha desa agar berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan diskusi dan koordinasi bersama pengurus BUMDes di kantor desa. Dalam suasana penuh keakraban, para peserta membahas berbagai program kerja, pengelolaan administrasi, hingga strategi pengembangan usaha yang dapat meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat. Pendampingan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kendala yang dihadapi di lapangan sekaligus mencari solusi bersama.

Selain diskusi di kantor, tim juga melakukan kunjungan lapangan ke salah satu unit usaha peternakan ayam petelur yang menjadi bagian dari pengembangan usaha masyarakat desa. Dalam kunjungan tersebut, dilakukan pemantauan kondisi peternakan, sistem pemeliharaan, serta potensi pengembangan produksi untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi warga.

Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes dalam mengelola usaha secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan masyarakat, Desa Waringin Jaya optimistis mampu menciptakan usaha desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.


Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari seluruh peserta yang hadir. Ke depan, pendampingan serupa akan terus dilakukan guna memastikan program-program BUMDes berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Waringin Jaya.


TA Kabupaten Pandeglang Kunjungi Kecamatan Menes, Bahas BUMDes Program Ketahanan Pangan



Menes Pandeglang, Banten - Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Pandeglang melakukan kunjungan ke Kecamatan Menes untuk membahas tentang Progres BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Program Ketahanan Pangan. Salah satu desa yang dikunjungi adalah Desa Cilabanbulan kegiatan ternak ayam petelor dan Desa Menes yang memiliki kegiatan budidaya lobster, ternak ayam, menanam cabe.

Dalam kunjungannya, TAPM Kabupaten Korkab Juju Juraiz dan Sofyan TA Cluster 2 Kab. Pandeglang disambut oleh Tim Kecamatan, Kepala Desa dan perangkat desa, turut hadir Qory selaku PD, Lia dan Ondi sebagai PLD. Mereka berdiskusi membahas tentang program ketahanan pangan yang sedang dijalankan oleh desa, termasuk progres kegiatan yang dilakukan oleh BUMDes.

"Kami sangat senang dengan kegiatan program ketahanan pangan yang dilakukan oleh BUMDes Desa Cilabanbulan dan Desa Menes berjalan dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga membantu meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat," kata salah satu TA Kabupaten Pandeglang.

Kepala Desa Cilabanbulan menyampaikan bahwa kegiatan ternak ayam petelur ini merupakan salah satu upaya desa untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat progres baru persiapan pembuatan kandang. "Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," katanya.

Dalam kunjungan ini, Tim TA Kabupaten Pandeglang juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan BUMDes yang sedang berjalan. Mereka memberikan saran dan masukan untuk meningkatkan kinerja BUMDes dan kegiatan ketahanan pangan di Desa Menes Budidaya Lobster, Ayam dan Menanam Cabe serta Desa Cilabanbulan peternakan ayam petelor.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan BUMDes Desa Cilabanbulan dan Desa Menes dapat terus meningkatkan kinerjanya dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan kegiatan ketahanan pangan.


Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Pandeglang Monitoring BUMDes Kegiatan Ketahanan Pangan di Desa Caringin


Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang - Koordinator TPP Kabupaten Pandeglang, Juju Juraiz, melakukan monitoring kegiatan program ketahanan pangan BUMDes Caringin Mandiri di Desa Caringin pada hari ini. "Program Ketapang" adalah Berbagai inisiatif di tingkat lokal maupun nasional yang fokus pada peningkatan ketahanan pangan melalui berbagai kegiatan seperti pengembangan usaha pertanian, peternakan, perikanan, penguatan kelembagaan, dan edukasi masyarakat. Program ini juga bertujuan untuk menciptakan kemandirian pangan, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendorong perekonomian lokal, serta mencegah hambatan pasokan pangan.

Dalam kunjungannya, Juju Juraiz bersama Pendamping Desa Kecamatan Labuan Atang Maulana dan Indra Foga meninjau langsung kegiatan budidaya lele dan bebek petelur serta bebek pedaging yang dilakukan oleh Unit Usaha BUMDes Caringin Mandiri. "Kami sangat senang melihat kegiatan ini berjalan dengan baik. Budidaya lele dan bebek dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan masyarakat desa," kata Juju Juraiz.

Juju Juraiz juga memberikan motivasi dan dukungan kepada masyarakat desa untuk terus mengembangkan kegiatan budidaya ini. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Masyarakat desa Caringin sendiri sangat antusias dengan kegiatan ini. Mereka berharap bahwa kegiatan ini dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah kabupaten. Kegiatan ini sangat membantu kami dalam meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan," kata salah satu warga desa.

Kegiatan budidaya lele dan bebek petelur serta bebek pedaging ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat desa. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat desa dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka, serta meningkatkan ketersediaan pangan di desa sesuai Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.



Dari Ujungjaya, Melon Inthanon Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa



DPMPD Pandeglang Dorong BUMDesa Tunas Jaya Ujungjaya Jadi Motor Ekonomi Desa Sesuai Asta Cita Presiden PANDEGLANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Tunas Jaya Ujungjaya. 
 
Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengelolaan BUMDesa ini diselenggarakan di Desa Ujungjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang pada Sabtu, 11 Oktober 2025. 
 
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran penting yang berkompeten di bidangnya. Bertindak sebagai narasumber utama adalah Kepala DPMPD Kabupaten Pandeglang, H. Muslim Taufik, M.Pd, didampingi oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat H. M. Ade Suhendri (Mades) (Plt. Kabid PM), dan Kepala Seksi Pemberdayaan Asep Munawar. Turut hadir pula Camat Sumur Aang Sumarna, S.Sos, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Pandeglang Juju Juraiz, serta Pendamping Desa Kecamatan Sumur. 
 
Dalam paparannya, Kepala DPMPD H. Muslim Taufik menekankan peran strategis BUMDesa sebagai perwujudan dari Asta Cita, program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada kemandirian dan kedaulatan ekonomi di tingkat desa. "BUMDesa adalah garda terdepan dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi desa. Melalui pengelolaan yang profesional, BUMDesa tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan penggerak kesejahteraan masyarakat," ujar Muslim. 
 
Materi Bimtek diperdalam oleh narasumber lainnya. Mades selaku Kabid Pemberdayaan fokus pada pentingnya analisa usaha yang matang dan pertanggungjawaban kegiatan yang transparan. 
 
Sementara itu, Asep Munawar sebagai Kasi Pemberdayaan menjelaskan secara teknis mengenai pedoman pelaksanaan kegiatan BUMDesa, tata cara pengelolaan, serta strategi membangun kerja sama yang saling menguntungkan. 
 
Sesi ini ditutup oleh Koordinator TAPM Kabupaten Pandeglang Juju Juraiz yang menegaskan pentingnya menjalankan BUMDesa secara profesional dan modern agar mampu bersaing dan berkelanjutan. 
 
Tinjau Green House Melon Inthanon, Kadis Apresiasi Inovasi BUMDesa Setelah sesi materi selesai, rombongan DPMD Pandeglang tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka menyempatkan diri untuk meninjau langsung salah satu unit usaha unggulan BUMDesa Tunas Jaya Ujungjaya, yaitu Green House budidaya Melon varian Inthanon. 
 
Kadis DPMD, Muslim Taufik, M.Pd, menunjukkan apresiasi tinggi saat melihat langsung keberhasilan budidaya melon yang dikelola secara modern oleh BUMDesa. 
 
Menurutnya, inovasi seperti ini adalah bukti nyata bahwa BUMDesa mampu menangkap peluang pasar dan mengelola sumber daya desa dengan efektif. "Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh BUMDesa Tunas Jaya Ujungjaya. Budidaya melon Inthanon ini adalah bukti konkret bahwa dengan pengelolaan yang baik, BUMDesa bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Ini harus menjadi contoh bagi BUMDesa lainnya di Pandeglang," pungkasnya.

Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 294 Tahun 2025 Tentang Petunjuk Teknis Pendampingan Masyarakat Desa

  

Latar Belakang :

-    Pemerintah wajib memberdayakan masyarakat desa melalui pendampingan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan pembangunan desa.

-    Untuk itu, diterbitkan petunjuk teknis (juknis) sebagai acuan pelaksanaan pendampingan 

    oleh tenaga pendamping profesional (TPP).

Maksud & Tujuan :

Menjadi panduan pelaksanaan pendampingan masyarakat desa. Memberikan kejelasan tentang pengelolaan, mekanisme, tugas, dan tata kerja TPP.

Mendukung pencapaian SDGs Desa melalui pembangunan partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Ruang Lingkup Juknis :

1. Tata cara pendampingan masyarakat desa:

Pendataan desa, penyusunan RPJM Desa, RKP Desa, APB Desa. Penggunaan dana desa, pelaksanaan dan pertanggungjawaban pembangunan. Musyawarah desa, pemberdayaan masyarakat, penanganan pengaduan, hingga respon terhadap bencana.

2. Pengelolaan TPP

Rekrutmen, penempatan, honorarium, pengembangan kapasitas, sertifikasi. Etika profesi, kewajiban & larangan, sanksi, pembinaan, dan pengawasan.

3. Mekanisme Pendayagunaan TPP:

Bentuk, pelaksanaan, pelaporan, serta hubungan antar pihak.

4. Rincian Tugas & Fungsi TPP :

Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD), Pendamping Teknis (PT). Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (kabupaten, provinsi, pusat). Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dan supervisor.

Pelatihan Pendamping Desa

Ketentuan Penting 

Seluruh surat perintah kerja TPP Tahun 2025 wajib disesuaikan dengan keputusan ini. Kepmen Nomor 143 Tahun 2022 dicabut. Berlaku sejak 19 Agustus 2025. Output yang Diharapkan 

Pendampingan desa berjalan efektif, partisipatif, dan terarah pada SDGs Desa.

Tersedia panduan resmi pengelolaan dan mekanisme kerja TPP. Terwujud tata kelola pendampingan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. 




BUMDes Maju Jaya Akan Tanam Padi di Sawah Bengkok Aset Desa Tunggaljaya seluas 13 Ha, Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat

Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang - Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, BUMDes Maju Jaya akan menanam padi di sawah bengkok Desa Tunggaljaya seluas 13 hektare. Hal ini disampaikan pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan BUMDes yang diselenggarakan oleh BUMDes Maju Jaya pada hari Sabtu, 11 Oktober 2025 bertempat di sekretariat BUMDes Maju Jaya. Acara ini dihadiri oleh Camat Sumur, perwakilan Polsek dan Danposmil Sumur, Herdi Direktur BUMDes serta unsur BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, RT/RW dan Perwakilan masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas PMD Kabupaten Pandeglang, H. Muslim Taufik, M.Pd, menekankan pentingnya membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan sesuai Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo."


Kabid Pemberdayaan Masyarakat, H. M. Ade Suhendri (Mades), menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas BUMDes dalam mengelola usaha yang berbasis potensi desa. "Kami berharap BUMDes Maju Jaya dapat menjadi contoh bagi BUMDes lain dalam mengembangkan usaha yang berbasis potensi desa," ujarnya.

Koordinator TA Kabupaten Pandeglang, Juju Juraiz, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat desa dan akan dikelola oleh BUMDes melalui unit usaha yang sudah dibentuk sesuai potensi desa. "Kami berharap kegiatan ini dapat dikelola dengan baik, transparan, dan akuntabel," katanya.

Asep Munawar, salah satu narasumber dalam acara ini, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat desa. "Pastikan desa melaksanakan sesuai dengan tahapan dan mekanisme sesuai regulasi agar kedepannya sukses," ujarnya


Direktur BUMDes Herdi juga menjelaskan "bahwa BUMDes sudah melaksanakan kegiatan penanaman jagung sekitar 2 Hektare dilokasi yang berbeda, serta sedang persiapan penanaman padi dilokasi tanah bengkok dan meminta dukungan seluruh pihak untuk mensukseskan  program Ketahanan Pangan di Desa Tunggaljaya" katanya


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan BUMDes Maju Jaya dengan potensi yang ada dapat meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta menjadi contoh bagi BUMDes lain dalam mengembangkan usaha yang berbasis potensi desa.